Langsung ke konten utama
POHON ILMU PENGETAHUAN



    Pohon ilmu pengetahuan mengambarkan bagaimana ilmu pengetahuan muncul dan membentuk cabang baru dari satu akar. Senada dengan pendapat Einstein bahwa “Semua agama, seni dan ilmu pengetahuan adalah cabang dari suatu pohon yang sama.” Ilmu yang paling tua dan mempunyai objek yang luas dan umum adalah filsapat. Oleh karena itu filsafat disebut sebagai “induk” atau “ibu”dari ilmu pengetahuan (mater of scientiarium) 
Adapun pembagian klasifikasi mengenai Ilmu Pengetahuan ialah: 
  1. Ilmu Alam 
Ilmu Alam adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada rumpun ilmu dimana objek nya dalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dimana pun. Ilmu alam mempelajari aspek-aspek fisik dan nonmanusia tentang bumi dan alam sekitarnya. Cabang dalam ilmu alam ialah:  


  • Kimia
  • mekanika
  • Fisika
  • Astronomi
  • Biologi
  • Ekologi
  • Kedokteran

   2. Ilmu Sosial  
Ilmu Sosial adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu sosial, dalam mempelajari aspek-aspek masyarakat secara subjektif, inter-subjektif, dan objektif atau structural, sebelumnya dianggap kurang ilmiah bila disbanding dengan ilmu alam. Namun sekarang, bebrapa bagian dari ilmu sosial telah banyak menggunakan metodekuantitatif.  Cabang dalam ilmu sosial melingkupi:

  • Sejarah 
  • Pengetahuan Hukum
  • Kesusastraan
  • Antropologi Budaya
  • Teologi
  • Manajemen
  • Statistik
  3. Ilmu Terapan
Ilmu terapan adalah penerapan pengetahuan dari satu bidang atau lebih bidang-bidang: matematika, fisika atau imu alam, ilmu kimia atau ilmu biologi untuk penyelesaian masalah praktis yang langsung memengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Cabang utamanya ialah:
  • Arsitektur 
  • Bisnis dan Industri 
  • Hukum 
  • Informatika 
  • Komunikasi 
  • Otomotif 
  • Pendidikan 
  • Pertanian 
  • Teknik 
  • Teknologi 
  • Transportasi 
  • Sosio-Teknologi  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SCIENCE MAPPING PENGETAHUAN SCIENCE MAPPING      Albert Einstein percaya bahwa ilmu pengetahuan tidaklah lebih dari suatu penyempurnaan dari cara berpikir sehari-hari. Penyempurnaan ini dapat dicapai lewat penemuan dari penyempurnaan metode ilmiah. Kesatuan semua sains hanya terletak dalam metodenya, bukan dalam materinya, karena itu metode ilmiah berlaku untuk semua sains dan juga semua teknologi yang bisa diterapkan secara luas dalam disiplin lain. Dalam menciptakan pengetahuan peneliti melakukan penelitian atau kajian ilmiah yang bertujuan untuk memecahkan suatu masalah dengan menggunakan cara-cara dan metode-metode yang bersifat ilmiah. Dengan demikian Peneliti dituntut untuk memiliki sejumlah pengetahuan dan alat-alat serta fasilitas-fasilitas lainnya yang cukup untuk melaksanakan tugasnya dengan lancar sehingga dapat mencapai hasil-hasil yang dapat di pertanggungjawabkan secara ilmiah.    Domain kajian suatu bidang ilmu pengetahuan dapat d...